Selasa, 28 Agustus 2012

(00003) Syarah Riyadush Sholihin: (BAB I) Ikhlas dan Menghadirkan Niat dalam Segala Perbuatan, Ucapan, dan Kondisi



Syarah Riyadush Sholihin: (BAB I) Ikhlas dan Menghadirkan Niat dalam Segala Perbuatan, Ucapan, dan Kondisi

“Katakanlah, ‘Jika kamu sembunyikan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu nyatakan, ALLAH pasti mengetahuinya....”’ (Ali ‘Imran: 29)

Dari Aisyah r.a., ia berkata, Nabi SAW. Bersabda, ”Tidak ada hijrah setelah Fathu Makkah, tetapi yang ada adalah jihad dan niat.  Maka dari itu, apabila kalian diminta untuk berperang, maka berangkatlah untuk perang.” (Muttafaq ‘alaih)

Maksudnya, tidak ada kewajiban hijrah lagi ke Mekah karena ia telah menjadi Darul Islam.

Mutiara Hadist
  1. Apabila sebuah negara telah menjadi negara Islam, maka tidak diwajibkan untuk berhijrah dari negara tersebut ke negara lain.
  2. Kewajiban hijrah berlaku apabila seorang muslim tidak lagi mendapat kebebasan dalam menjalankan agamanya, dan jika negara tersebut adalah negara kafir.
  3. Diwajibkan untuk meniatkan dan mempersiapkan jihad, sebagaimana diwajibkannya menyambut panggilan orang yang menyerukan untuk berjihad.
  4. Kalau tidak ada kewajiban untuk berhijrah dari negeri Islam yang satu ke negeri Islam yang lainnya, tetapi kemudian ia meninggalkan negeri Islam menuju negeri kafir karena kecintaannya dan menjalin hubungan yang baik dengan penduduknya, maka hal ini dilarang secara syariat.  Inilah bencana yang melanda kaum Muslimin pada saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar